Tampilkan postingan dengan label PUISI KAHLIL GIBRAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI KAHLIL GIBRAN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 Desember 2013
ALAM DAN MANUSIA
Dan salah satu dari
burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di hujung sebuah cabang pohon dan
berkata, "Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa
senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya.
Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu
siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami
ke mana pun kami pergi."
RAHASIA JODOH
Berpasangan engkau telah
diciptakan
Dan selamanya engkau akan berpasangan
Bergandengan tanganlah
engkau
Hingga sayap-sayap panjang nan lebar lebur dalam nyala
Dalam ikatan
agung menyatu kalian
Saling menataplah dalam keharmonian
Dan bukanlah
hanya saling menatap ke depan
Tapi bagaimana melangkah ke tujuan
semula
Berpasangan engkau dalam mengurai kebersamaan
Karena tidak ada
yang benar-benar mampu hidup bersendirian
Bahkan keindahan surga tak mampu
menghapus kesepian Adam
Berpasangan engkau dalam menghimpun rahmat Tuhan
Ya, bahkan bersama pula dalam menikmatinya
Karena alam dan karunia
Tuhan
Terlampau luas untuk dinikmati sendirian
Bersamalah engkau dalam
setiap keadaan
Karena kebahagiaan tersedia, bagi mereka yang menangis
Bagi
mereka yang disakiti hatinya, bagi mereka yang mencari,
bagi mereka yang
mencoba
Dan bagi mereka yang mampu memahami arti hidup bersama
Karana
mereka itulah yang menghargai pentingnya
orang-orang yang pernah hadir dalam
kehidupan mereka
Bersamalah engkau sampai sayap-sayap sang maut
meliputimu
Ya, bahkan bersama pula kalian dalam musim sunyi
Namun biarkan
ada ruang antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari diantara
bahtera sakinahmu
Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu
cinta
Biarkan cinta mengalir dalam setiap titisan darah
Bagai mata air
kehidupan
Yang gemerciknya senantiasa menghidupi pantai kedua jiwa
Saling
isilah minumanmu tapi jangan minum dari satu piala
Saling kongsilah rotimu
tapi jangan makan dari piring yang sama..
Menyanyilah dan menarilah
bersama dalam suka dan duka
Hanya biarkan masing-masing menghayati waktu
sendirinya
Karena dawai-dawai biola, masing-masing punya kehidupan
sendiri
Walau lagu yang sama sedang menggetarkannya
Sebab itulah simfoni
kehidupan
Berikan hatimu namun jangan saling menguasainya
Jika
tidak, kalian hanya mencintai pantulan diri sendiri
Yang kalian temukan dalam
dia
Dan lagi, hanya tangan kehidupan yang akan mampu
merangkulnya
Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat
Bukankah
tiang-tiang candi tidak dibina terlalu rapat?
Dan pohon jati serta pohon
cemara
Tidak tumbuh dalam bayangan masing-masing?
( KAHLIL GIBRAN )
Langganan:
Komentar (Atom)


